TEKNIK ABK PENDOKRAK KEBUNTUAN PEMBAGIAN POROGAPIT
Pembagian bersusun atau yang sering disebut dengan “porogapit” seringkali menjadi momok bagi siswa dan guru sebagai mentransfer ilmu.
Ketika saya berada di tingkat sekolah dasar dan melihat soal pembagian seakan dunia menjadi runtuh. Apalagi ketika guru mengucapkan “anak-anak silahkan dikerjakan dengan cara porogapit” hidup menjadi tidak semangat. Pemikiran seperti itu yang ada di benak saya dan mungkin juga dirasakan oleh siswa saya.
Seringkali guru mengatakan bahwa “jika tidak hafal perkalian, mana mungkin bisa melakukan pembagian?” kata-kata ini saya cetak tebal karena sangat merisaukan saya sebagai guru.
Kenapa?
Karena anak didik saya banyak yang tidak hafal perkalian.
Saat itu saya memaksa otak untuk berfikir mematahkan kalimat itu. Maka muncul ide yang bermula dari perkalian merupakan penambahan berulang.
Sekali lagi tulisan itu saya cetak tebal. Kenapa?
Apa hubungannya penambahan dengan pembagian? jawabanya akan kita temukan dalam tiap bab dalam buku ini.
Dan apakah bisa siswa kita mengerjakan pembagian tampa hafal perkalian? Saya jawab dengan sangat enteng “bisa”.
Dengan cara apa?
Teknik Pembagian ABK (Atas Bawah Kurang).