Pendidikan Islam harus memiliki pijakan yang jelas. Pijakan
yang paling kokoh adalah Alquran dan Hadis --- perkataan kata, sikap, perbuatan,
dan pengakuan Nabi Saw. Kemudian dari pada itu, pijakan pendidikan Islam
lainnya adalah praktik pendidikan Islam itu sendiri sepanjang kehidupan kaum Muslimin dari masa ke masa hingga sekarang, dan praktik saat ini akan menjadi pijakan
di kemudian hari. Itu berarti bahwa, yang paling
utama tidak boleh dilupakan dalam membersamai perbaikan dan penyiapan formula
pendidikan itu adalah praktik baik pendidikan sepanjang sejarah kehidupan umat Islam.
Dengan demikian, pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang
mampu menjadikan praktik pendidikan masalalu dengan kelebihan dan kekurangannya sebagai pijakan lalu dijadikan potret untuk memformulasikan pendidikan masa depan.
Buku Gugusan Ide Pendidikan Islam KH. HasyimAsy’ari ini hadir
di tangan pembaca sekalian untuk memberikan informasi, bukan saja tentang pemikiran KH.
HasyimAsy’ari tentang pendidikan Islam, tapi juga tentang praktik baik pendidikan
Islam yang telah dilakukan beliau. Banyak pesan dan praktik baik pendidikan KH.
HasyimAsy’ari yang dikemas dengan apik dalam buku ini, yang
dapat dijadikan alternatif panduan dalam pengelolaan pendidikan, antara lain:
Pertama, antara ilmu dan agama tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan seorang Muslim.
Sebab, menuntut ilmu adalah perintah agama dan agama adalah bagian ilmu yang
harus dituntut. Kedua, pendidikan harus berisi nilai-nilaiadab-sufistik, yang
didasari niat yang bersih dan lurus, yaitu lillahita’ala, karena Allah Swt. semata.
Ketiga, dalam praktik pendidikan harus menjunjung nilai-nilaiah lussunnahwaljama’ah,
yaitu nilai-nilai moderasi antara lain: tawazun (seimbang), tawasuth (moderat),
ta’addul (lurus), dan tasamuh (toleransi).