Konsep yang menjadi landasan kandungan buku ini adalah al-Qur’ân.
Al-Qur’ân adalah kalam Allâh yang abadi dan merupakan sumber kebenaran
mutlak, yang disampaikan oleh Allâh dari
lauh al-Mahfuzh ke langit dunia (
bait al-`Izza’) melalui Malaikat Jibril
`alaihi salam kepada Nabi Muhammad
shal Allâhu `alaihi wa sallam, dinukilkan dengan
mutawathir, dikumpulkan dalam
mushhaf,
dimulai dari surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat al-Nâs, serta
beribadah membacanya. Proses penyampaiannya secara bertahap yang
mempunyai hikmah pendidikan hukum dan akhlak, sosial kemasyarakatan,
serta hubungan fertikal kepada Allâh. Al-Qur’ân adalah
qath`iy wurud (benar datang dari Allâh). Dari segi kandungannya al-Qur’ân bersifat
qath`iy al-dalâlah (mengandung arti jelas) dan
zhanniy al-dalâlah (mengandung arti tidak jelas) ayat-ayat tentang ini lebih banyak dari yang
qath`iy al-dalâlah. Al-Qur’ân itu memuat prinsip-prinsip baku dari segi teologi (ke-Tuhan-an), seperti yang telah penulis teliti yaitu
al-Haqq (QS. Thâha/20: 114), semua kata
al-Haqq ini mempunyai arti kebenaran dan hanya dua ayat yang mengandung arti “hak”, terkadang menjadi sifat Allâh (QS. al-Rûm/31: 30).