Dilihat 1080 | 16 Terjual
Sekolah bukan laundry adalah sebuah kiasan atas kritik yang ingin disampaikan
guru kepada sebagian orangtua yang menjadikan sekolah sebagai tempat
“memasrahkan total” pendidikan putra putrinya. Ada yang pasrah karena sebagai
kompensasi mahalnya biaya sekolah yang dikeluarkan, ada pula yang pasrah karena
sudah menyerah atas ketidakmampuan menyelesaikan permasalahan putra putrinya
di rumah.
Salah satu tantangan sekolah saat ini adalah ketika menghadapi sikap
sebagian orangtua yang sudah “angkat bendera putih”. Tak jarang dari mereka
terlontar kalimat seperti “Bapak guru/ Ibu guru saya sudah menyerah dan tidak
sanggup mengatasi kenakalan anak saya. Monggo terserah anak saya diapakan
saja yang penting dia nanti jadi anak baik” . Padahal jika dirunut lebih mendalam
para guru menemukan bahwa sumber permasalahan anak justru banyak berangkat
dari permasalahan di rumah.
Buku ini mengajak para orangtua dan guru untuk bisa saling bersinergi
bagaimana menangani masalah anak yang umum terjadi seperti berbohong, mencuri,
merokok, mencoba narkoba, bulllying, dan lain sebagainya. Dengan mengupas akar
permasalahan anak secara mendalam dan alternatif upaya konseling yang aplikatif
diharapkan buku ini bisa menjadi buku yang bermanfaat tidak hanya untuk orangtua
dan guru tapi juga para pemerhati pendidikan
Lebih banyak
Tentang Buku
92
Halaman
60
Menit
-
Kata
Sekolah bukan laundry adalah sebuah kiasan atas kritik yang ingin disampaikan penulis kepada sebagian orangtua yang menjadikan sekolah sebagai tempat “memasrahkan total” pendidikan putra putrinya. Ada yang pasrah karena sebagai kompensasi mahalnya biaya sekolah yang dikeluarkan, ada pula yang pasrah karena sudah menyerah atas ketidakmampuan menyelesaikan permasalahan putra putrinya di rumah.
Berangkat dari fenomena di atas, tulisan-tulisan dalam buku ini mencoba mengupas akar permasalahan anak mulai dari masalah pribadi,belajar, dan sosial anak di sekolah dan rumah. Demikian juga bagaimana cara menanganinya baik di sekolah maupun di rumah atau keluarga.
Segala puji bagi Allah atas nikmat sehat dan kesempatan, sehingga bisa menghimpun berbagai tulisan saya yang selama ini hanya tercecer di kliping media masa, blog pribadi dan berbagai catatan administratif konseling di sekolah. Segala kisah yang tertuang sebagai studi kasus adalah hasil pengalaman pribadi penulis di berbagai sekolah di mana penulis pernah bertugas. Selain itu kisah-kisah tersebut juga ada dari pengalaman para rekan sejawat di sekolah-sekolah lain yang pernah dibagikan ke penulis dalam berbagai forum komunitas guru. Segala nama disamarkan untuk menjaga kode etik kerahasiasaan dalam konseling.
Penulisan kata kami (bukan saya) dalam buku ini adalah sebagai sebagai gambaran bahwa segala bentuk pengalaman yang tertuang dalam tulisan adalah hasil kerjasama dalam tim. Sebagai guru bimbingan dan konseling, penulis senantiasa berkolaborasi dengan pimpinan sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran, dan karyawan sekolah. Semoga berbagai catatan konseling praktis penanganan siswa dalam buku ini bisa bermanfaat bagi guru, orangtua dan para pengambil kebijakan. Membentuk karakter anak nantinya bukan hanya beban sekolah melainkan tanggung jawab bersama dengan orangtua di rumah.
Lebih banyak
Eka Erawati
16
Terjual
0
Lencana