Dilihat 456 | 0 Terjual
Derasnya arus Islam transnasionalisme yang berusaha
memberangus tradisi-tradisi dan budaya-budaya di Indonesia
menuntut adanya sebuah benteng. Baik dalam segi aqidah, syari’ah
maupun fikrah (pemikiran). Datangnya transnasionalisme acap
kali membenturkan antara agama dan budaya atau bahkan agama
dengan negara. Padahal para ulama’ pendiri bangsa jauh-jauh hari
sudah menyatakan bahwa nasionalisme adalah bagian dari ketaatan
beragama.
Nahdlatul Ulama (NU) sebagai sebuah organisasi
kemasyarakatan terbesar yang lahir dari Rahim Indonesia memiliki
manhajul fikri yang selalu berusaha membentengi dan menjaga NKRI
dari setiap usaha yang ingin memecah belahnya. NU sejak awal
berdirinya telah mengikrarkan bahwa NKRI harga mati. Semboyan
ini memberikan implikasi bahwa apapun dan bagaimanapun NKRI
harus terjaga keutuhanya ila yaumil qiyamah (sampai hari kiyamat). Semboyan hubbul wathon minal iman (cinta tanah air sebagian dari
iman) menjadi bukti betapa cintanya NU terhadap NKRI.
Lebih banyak
Tentang Buku
86
Halaman
172
Menit
25.800
Kata
Penulis: Dian Mohammad Hakim, M.Pd.I., dkk.
ISBN: 978-623-6508-64-0
Penerbit: CV. Literasi Nusantara Abadi
Diterbitkan pada bulan Agustus 2020
Lebih banyak
Literasi Nusantara
0
Terjual
0
Lencana