Multikulturalisme ini merupakan suatu upaya untuk mendesain,
memanipulasi ruang-ruang sosial yang awalnya memiliki potensi
konflik antar golongan, agama, suku, ras, dan status sosial menjadi
damai, akur, rukun dan harmoni. Untuk mengkomunikasikan hal
tersebut dibutuhkan diseminasi multikulturalisme di lembaga-lembaga
pendidikan yang notabenenya tempat candradimuka generasi penerus
bangsa. Mengkomunikasikan multikulturalisme ini dibutuhkan
keseriusan, waktu, persamaan ideologi dan equality, berdiri sama tinggi
dan duduk sama rendah.
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang
beranekaragaman dan sangat konpleks sekali sehingga founding Father
kita mencetuskan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Soekarno pernah
berkata bahwa Bangsa Indonesia terbentuk bukan karena agama,
suku, ras dan antar golongan melainkan karena rasa senasib dan
sepenanggungan terjajah serta memiliki tujuan kemerdekaan sejati
dan abadi. Dengan memiliki keanekaragaman budaya, bahasa, tradisi,
nilai, norma, etnis, ras, suku, agama dan komunal keberkahan yang luar
biasa dan juga menjadi bom waktu bagi Bangsa Indonesia jika tidak
diasuh, diasah, dan dirawat dengan benar.
Buku ini hadir menawarkan banyak pemikiran, ide, gagasan,
pola pandang baru untuk melihat keragaman baik secara politik,
ekonomi, komunikasi, pendidikan, agama dan budaya.