Pendidikan adalah suatu proses untuk mendewasakan manusia atau dengan kata lain pendidikan merupakan suatu upaya untuk memanusiakan manusia. Melalui pendidikan manusia dapat tumbuh dan berkembang secara wajar dan sempurna sehingga ia dapat melaksanakan tugas sebagai manusia. Berbicara tentang pendidikan berarti tidak bisa terlepas dari berbicara manusia dan tujuan hidupnya. Bahkan masalah pendidikan merupakan masalah yang tidak pernah habis untuk dibicarakan. Sejak awal, pertumbuhan pendidikan Islam telah berdiri tegak di atas dua
sumber pokok yang amat penting yaitu al-Qur’an dan al-Sunnah Nabi. Di dalam dua
sumber pokok tersebut terdapat ayat-ayat atau pesan-pesan yang mendorong
manusia untuk belajar membaca dan menulis serta untuk menuntut ilmu,
memikirkan, merenungkan, dan ,menganalisis penciptaan langit dan bumi. Oleh
karena itu, tujuan dari pendidikan adalah untuk memberi cahaya terang kepada
hati nurani dan pikiran serta menambah kemampuan dalam melakukan proses
pengajaran dan pendidikan. Karena Nabi Muhammad Saw. Sendiri diutus
pertama-tama untuk menjadi pendidik dan beliau adalah guru yang pertama dalam
Islam. Padahal pendidikan merupakan sebuah konsep
yang telah lama dimiliki oleh umat manusia dimana dan kapan saja. Pendidikan
menjadi milik semua bangsa, tanpa membedakan agama, etnis, dan golongan.
Namun, selama ini diskursus mengenai
pendidikan baik landasan filosofis, tujuan, maupun metodenya senantiasa merujuk
pada teori-teori yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh barat yang diasumsikan telah
mapan dan teruji. Padahal semestinya, sebuah teori mengalami verifikasi ulang,
rekonstruksi, dekonstruksi, dan bahkan penolakan. Seiring dengan itu, sudah
saatnya kita menengok konsep pendidikan menurut pandangan tokoh-tokoh dari luar
barat sebagai bahan rujukan. Untuk itu, penulis mencoba mengkaji tokoh-tokoh
dari dunia Islam sendiri, yaitu Muhammad Quthb yang mewakili tokoh pembaru
pendidikan Islam dari luar Indonesia dan Zakiah Daradjat yang mewakili tokoh
pembaru pendidikan Islam dari Indonesia sendiri. Oleh karena itu, dalam buku ini penulis mencoba mengkaji lebih dalam
tentang konsep pendidikan Islam yang dikemukakan oleh Muhammad Quthb dan Zakiah
Daradjat. Dari pemikiran kedua tokoh tersebut nantinya kita bandingkan antara
pemikiran satu dengan yang lain. Dari perbandingan itu akan kita peroleh suatu
teori atau konsep baru, yang mana penulis yakin mampu membawa suasana baru
dalam pendidikan Islam kita terutamaPendidikan Islam di Indonesia