Dilihat 487 | 0 Terjual
Buku ini ditulis guna menambah khaznah pemikiran Islam yang telah
berkembang di Nusantara sejak ratusan tahun yang lalu. Fokus kajian
dalam buku ini adalah pemikiran tasawuf – filosofis salah satu tokoh
Islam terkemuka pada Abad ke 17 yakni Syaikh Ibrahim al-Kurani.
Syaikh Ibrahim al-Kurani sendiri merupakan tokoh tasawuf yang
termasuk dalam jejaring ulama yang dikategorikan sebagai penggagas
Neo-Sufisme, yakni ulama-ulama yang mencoba untuk menyelaraskan
pemikiran tasawuf dengan syari’at.
Pertentangan antara penganut tasawuf dan para penegak syari’at,
pernah terjadi di Nusantara, khususnya pada abad ke 17 di Kesultanan
Aceh Darussalam. Nūr al-Dīn al-Ranīrī yang merupakan ulama terkemua pada
saat itu, sangat gencar mengkritik para penganut tasawuf yang
dianggapnya telah melakuka bid’ah di dalam agama Islam. Polemik ini
mulai reda ketika ketokohan al-Ranīrī berpindah kepada ‘Abd al-Ra’ūf
al-Jawī yang naik sebagai mufti di Kesultanan Aceh Darussalam.
Dalam genealogi keilmuannya, ‘Abd al-Ra’ūf al-Jawī memiliki
keterkaitan yang erat dengan Syaikh Ibrahim al-Kurani. Dengan demikian
buku ini akan memberikan sedikit gambaran mengenai polemik pemikiran
Islam yang telah berkembang ratusan tahun yang lalu sehingga kini kita
dapat melihat agama Islam menjadi bagian penting dari setiap budaya yang
berkembang di Nusantara.
Lebih banyak
Tentang Buku
210
Halaman
210
Menit
35.808
Kata
Judul : PEMIKIRAN TASAWUF – FILOSOFIS DI NUSANTARA PADA ABAD KE 17 M STUDI TERHADAP PEMIKIRAN IBRĀHĪM AL-KŪRĀNĪ
Penulis : Frenky Mubarok
Ukuran : 14,5 cm x 21 cm
Tebal : 197 Halaman
No ISBN : 978-623-497-020-3
Lebih banyak
Penerbit Adab
0
Terjual
0
Lencana