Kondisi media baru yang menawarkan berbagai kemudahan sangat
berpengaruh pada kehidupan masyarakat, tak terkecuali bidang politik. Kehidupan
politik yang memerlukan publisitas menjadikan media baru sebagai sarana yang tepat
untuk memudahkan kegiatan politik. Media baru dapat dapat dimanfaatkan oleh para
aktor politik untuk meningkatkan popularitasnya dan menyampaikan pesan-pesan
politiknya. Ruang publik yang ada pada media baru menjadi lebih ramai dengan
berbagai opini, berita, serta komentar-komentar tentang politik. Hal ini menunjukkan
bahwa era digitalisasi membuat tingkat partisipasi politik masyarakat semakin
meningkat, saat media baru menjadi saluran komunikasi politik dan pembentuk wacana
atau isu politik, baik positif maupun negatif.
Kampanye politik saat ini telah mengalami perkembangan yang pesat. Tidak
harus bertemu secara langsung untuk berkampanye, tetapi bisa juga dilakukan melalui
media. Dengan memanfaatkan keunggulan media yang bersifat online, ternyata lebih
efektif dalam membantu jalannya kampanye agar lebih masif dan hemat biaya
anggaran. Namun, tidak hanya efek positif yang didapatkan dalam penggunaan media
baru khususnya media sosial sebagai alat kampanye. Salah satu efek negatif yang
dihasilkan dalam penggunaan media sosial dalam kampanye adalah adanya praktik
kampanye hitam atau black campaign. Kampanye hitam umumnya berupa tindakan
penghinaan , tuduhan, hingga menyebarkan berita bohong yang berhubungan dengan
SARA pada berbagai media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram.
Kampanye hitam dapat dilakukan perseorangan atau kelompok dengan tujuan
pembentukan opini, pencemaran nama baik, serta membuat citra buruk kandidat politik
melalui penyebaran data-data yang telah direkayasa sehingga terlihat terpercaya dan
akibatnya dapat mempengaruhi persepsi dan pandangan masyarakat tentang
elektabilitas kandidat politik.
Luasnya jangkauan media sosial memudahkan para pelaku kampanye hitam
untuk mempengaruhi pandangan masyarakat. Cukup dengan mengunggah konten
berisi isu-isu dari lawan kandidat maka akan banyak masyarakat yang melihatnya.
Apalagi, mayoritas masyarakat Indonesia lebih tertarik pada isu-isu politik tanpa
mengulik lebih dalam kebenarannya. Hal ini akan menjadi semakin meresahkan saat
masyarakat dengan mudahnya membagikan unggahan yang ia konsumsi tersebut
sehingga informasi-informasi yang beredar sulit untuk dikendalikan dan seringkali
memicu terjadinya pertengkaran, keributan, bahkan ujaran kebencian yang
menyinggung soal SARA.
Praktik kampanye hitam dapat mempengaruhi keputusan politik masyarakat,
terutama saat masa pemilu. Hal ini dikarenakan adanya oknum-oknum yang berusaha
menjatuhkan salah satu kandidat politik dengan menyebarkan isu-isu negatif yang tidak
berdasarkan fakta.