Dilihat 748 | 0 Terjual
Pertumbuhan pariwisata yang siginifikan ternyata juga menimbulkan
dampak negatif terhadap negara atau destinasi jika pembangunannya tidak
terkoordinasi dengan baik. Tak luput pula juga berdampak pada ekonomi
suatu daerah yang dianggap sebagai kawasan wisata. Keadaan sektor
pariwisata yang naik, terkadang menimbulkan adanya aktivitas-aktivitas
ekonomi ilegal. Fenomena ini disebut shadow economy yang merupakan
kondisi aktivitas bisnis yang tidak terpantau, tidak dilaporkan, dan tidak
masuk dalam pengukuran ekonomoi formal suatu negara atau wilayah,
misalnya dalam PDB atau PDRB.
Tampaknya, fenomena shadow economy pariwisata ini juga
teridentifikasi di salah satu kawasan wisata di Indonesia, tepatnya di
Gorontalo. Bahwa shadow economy ada seiring perkembangan pariwisata
di Gorontalo. Hal ini ditunjukkan dengan adanya Pelaku Usaha Industri
Pariwisata (PUIP) sebanyak 30,83% dari total pelaku industri pariwisata.
Selengkapnya, pembahasan dalam buku ini memaparkan bagaimana
karakteristik shadow economy pariwisata di Gorontalo, bagaimana intesitas
shadow economy melalui sektor dan tenaga kerja informal, dan kebijakan
apa yang akan direkomendasikan untuk mengembangkan pariwisata di
Gorontalo.
Lebih banyak
Tentang Buku
140
Halaman
-
Menit
-
Kata
Penulis: Herwin Mopangga, Heldy Vanni Alam, Idris Yanto Niode M.M.
ISBN: 978-623-329-966-4
Penerbit: CV. Literasi Nusantara Abadi
Diterbitkan pada bulan Agustus 2022
Lebih banyak
Literasi Nusantara
0
Terjual
0
Lencana