7 Juni 2024, sehari sesudah malam satu suro, saya dan kelima rekan saya melakukan ekspedisi ke Gunung Agung. Dari sini cerita heroiknya dimulai.
Tasbih dan Bandit ditoreh dengan gaya fiksi ilmiah. Dengannya kemahardikaan benci dan cinta tak terbantahkan. Cerita Doktor Dharma di Atap Bali, berkisah tentang perjuangan manusia dalam menata kebaikan bersama, dari ordo ke ordo.
Bahwa Bali tidak dirancang acak, dia postulat akademik, yang hanya bisa dibatalkan di kampus. Dalilnya, akrab dengan manusia, lingkungan, dan alam gaib.
Hidup sanggup menumbangkannya, pilih bangkit apa jatuh. keras ke dalam, lembek ke luar adalah vitamin bagus, namun bukan obat mujarab.
Sebagai Pengekor (penggangu pengetahuan orang), bukan Pelakor dan Pebinor, tugas generasi bisu, baby boomers, dan X meneruskan dialektika kepada generasi Y dan Z, bahwa karakter Tasbih dan Bandit "Mematikan", selamat menggeleng.